Ketika bagian
dari hidup memberikan makna kehidupan, dimana bagian dari salah satu berbagai
macam makna. Apa yang membuat manusia dapat bertahan ketika manusia mengalami
masa-masa yang tidak menyenangkan. Kalanya, kehidupan ini mengalami rasa, dan
rasa itu membahagiakan diri dan juga rasa itu menghancurkan diri. Manusia mencoba
untuk bahagia ketika dalam keadaan menyedihkan, manusia mencari cara agar kuat
dalam asa yang menyerang. Tindakan yang masuk akal dan tindakan terkait
supranatural menjadi pengisi kekuatan-kekuatan bagi jiwa yang menyedihkan ini.
Pernahkan terpikirkan mengapa kebahagiaan menjadi tujuan manusia hidup di dunia ini. Apakah kebahagiaan yang sejati itu.
Manusia begitu kompleks dalam menciptakan rasa-rasa dalam kehidupan ini. Keterbatasan kita dipuaskan dengan sesuatu yang berasal dari keterbatasan kita, dan dengan demikian kita menerimanya begitu saja oleh rasa yang lahir dari perasaan kewalahan terhadap pencarian rasa terhadap keterbatasan itu. Dalam hal ini, kita berusaha untuk menerima begitu saja, tanpa protes. Tahukah bahwa manusia dianugerahkan kemampuan dalam mengelola gagasan-gagasan makna dan rasa.
Pernahkan terpikirkan mengapa kebahagiaan menjadi tujuan manusia hidup di dunia ini. Apakah kebahagiaan yang sejati itu.
Manusia begitu kompleks dalam menciptakan rasa-rasa dalam kehidupan ini. Keterbatasan kita dipuaskan dengan sesuatu yang berasal dari keterbatasan kita, dan dengan demikian kita menerimanya begitu saja oleh rasa yang lahir dari perasaan kewalahan terhadap pencarian rasa terhadap keterbatasan itu. Dalam hal ini, kita berusaha untuk menerima begitu saja, tanpa protes. Tahukah bahwa manusia dianugerahkan kemampuan dalam mengelola gagasan-gagasan makna dan rasa.
Sejauh mana manusia memahami kehidupan ini.
Sebegitu bodohnya ketika kita diperbudak waktu, apalagi ketika materi menjadikan kita melupakan manusia, manusia yang sebenarnya luar biasa.
Memandang kehidupan hendaklah menggunakan segala rasa, niscaya makna rasa akan terasa. Kala merasakan bahwa hidup berjalan begitu saja, diiringi oleh segudang aktivitas yang biasanya dilakukan setiap harinya, tanpa mengalami kejenuhan yang menyerang. Berkumpul bersama rekan-rekan, mengisi perut kosong dengan makanan yang lezat, yang sebenarnya tidak menyehatkan. Tertawa haha hihi, kala mengingat masa lalu yang indah, atau parahnya karena menggosipkan rekan-rekan yang lain, yang malangnya berhalangan untuk bergabung bersama berbagi keceriaan dan cerita. Ketidakhadiran mereka akibat matinya ibu bapak mereka, atau mereka jatuh dari lantai dua dan harus mendapatkan perawatan yang intensif agar dapat membantunya untuk berjuang tetap hidup atau bahkan diantara mereka ada yang mati karena sulitnya untuk bangkit dari keterpurukan masalah kehidupan yang sedang dialami, dan tidak seorang rekan pun yang menyadari kesulitan hidup yang dialaminya sehingga dia tak mendapat bantuan semangat untuk berjuang menghadapi kesulitan hidup yang telah dialaminya, kini dia telah mati, meninggalkan rekan-rekan yang sedang berjuang untuk hidup, yang sedang berduka karena ibu bapaknya mati dan rekan-rekan yang sedang canda gurau tertawa haha hihi menikmati segelas cappuccino, espresso, coffe latte dan lain sebagainya.
Dimana ketika minuman itu ditegukkan kedalam mulut melewati tenggorokan adalah kenikmatan luar biasa yang sedang terjadi, - aduhai, nikmatnya kopi ini boi.
Demikianlah kehidupan,
berbahagia, menderita berduka bahkan bernasib malang. Terkemas dalam suatu
kehidupan, satu kehidupan di muka bumi ini.
Waktu terus
berjalan, seiring perjalanannya, perubahan adalah kawan sejatinya. Lain dulu
lain sekarang.
Kehidupan pun mengalami perubahan, dahulu hanya mampu terbaring tak berdaya, kemudian mampu tertelungkup dan selanjutnya merangkak jalan, seiring berjalannya waktu, kemudian mampu untuk berjalan dengan kedua kaki. Waktu berjalan, seiring berjalannya waktu semuanya berubah. Berubah menjadi indah jikalau beruntung dan jika tak beruntung, berubah menjadi bencana.
Kehidupan berubah, tak seperti dulu, ketika hidup di jalanan karena tak ada rumah untuk ditempati, namun waktu setia menemani, memberi waktu untuk berjuang. Dengan kerja keras, melawan asa dan malas, hari ini tidak seperti dulu, hidup di sebuah rumah yang sangat layak untuk ditempati, hadiah dari waktu yang setia menemaniku dan memberiku waktu untuk berjuang. Apakah waktu akan tetap setia hingga suatu saat aku memiliki rumah yang indah. Tentu itu adalah harapan, dan bersama-sama dengan waktu akan terus bekerja keras dan melawan malas.
Waktu janganlah kau hianati kehidupan, jikalau terjadi, matilah kehidupan.
Kehidupan pun mengalami perubahan, dahulu hanya mampu terbaring tak berdaya, kemudian mampu tertelungkup dan selanjutnya merangkak jalan, seiring berjalannya waktu, kemudian mampu untuk berjalan dengan kedua kaki. Waktu berjalan, seiring berjalannya waktu semuanya berubah. Berubah menjadi indah jikalau beruntung dan jika tak beruntung, berubah menjadi bencana.
Kehidupan berubah, tak seperti dulu, ketika hidup di jalanan karena tak ada rumah untuk ditempati, namun waktu setia menemani, memberi waktu untuk berjuang. Dengan kerja keras, melawan asa dan malas, hari ini tidak seperti dulu, hidup di sebuah rumah yang sangat layak untuk ditempati, hadiah dari waktu yang setia menemaniku dan memberiku waktu untuk berjuang. Apakah waktu akan tetap setia hingga suatu saat aku memiliki rumah yang indah. Tentu itu adalah harapan, dan bersama-sama dengan waktu akan terus bekerja keras dan melawan malas.
Waktu janganlah kau hianati kehidupan, jikalau terjadi, matilah kehidupan.
BY :
26 MEI 2016.15:13 WIB
PERPUSTAKAAN KOTA MEDAN
AWALNYA TIDAK NAMUN IYA DIMENANGKAN


Tidak ada komentar:
Posting Komentar